Kemarin tepatnya tanggal 20 Desember 2007 (10 Dzulhijjah 1428H) seluruh umat islam merayakan salah satu hari raya terbesar yaitu Idul Adha. Kemaren saya buka2 koleksi buletin dakwah dan ternyata ada yang cocok dengan fenomena ini, yaitu Buletin Dakwah Al-Manshuroh Edisi 38/Tahun III/Dzulhijjah 1426 H/2006 M dgn tema “Penyembelihan Qurban”.

Penyembelihan Qurban

1. Arti Penyembelian Qurban

Penyembelihan Qorban adalah hewan yang disembelih pada hari adha, sehingga disebut “Udlhiyah”, karena disembelih pada waktu dhuha setelah sholat idul adha.

2. Hukum Penyembelihan Qurban

Hukum penyembelihan qurban adalah wajib bagi yang mampu menunaikannya, berdasarkan hadists : “Barangsiapa memiliki kemampuan kemudian tidak berqurban maka janganlah mendekati lapangan sholat kami”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah dishohihkan oleh Al-Hakim).

3. Binatang yang disembelih untuk qurban

Binatang yang boleh disembelih untuk qurban adalah unta, sapi dan paling kecil adalah kambing. Berdasarkan hadist ” Dari Atho’ bin Yasar dia berkata, saya bertanya kepada Abu Ayyub A Anshori, “Bagaimana penyembelihan qurban pada masa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam?, yaitu seorang laki-laki berkurban dengan satu kambing untuk dirinya sendiri dan keluarganya, mereka memakannya dan menshadaqahkan hingga manusia memahami seperti yang kamu lihat.” (HR. Tirmidzi, dari Ibnu Rajab, hadist shahih) dalam kitab Al-adillaturradhiyah.)

4. Waktu Penyembelihan qurban

Waktu penyembelihan adalah hari raya Idul Qurban ditambah tiga hari tasyriq yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah berdasarkan hadist : Hari Tasriq adalah hari makan, hari minum dan hari berdzikir kepada Allah.” (HR. Muslim)

Sedangkan waktu dimulainya penyembelihan adalah setelah penyembelihan imam, jika imamnya menyembelih qurban. Jadi qurban disembelih setelah imam mengerjakan sholat, berkhutbah dan menyembelih kurnban berdasarkan hadist (artinya) : “Dari Anas dia berkata : bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam : Barangsiapa menyembelih sebelum shalat maka ulangilah.” (HR. Bukhari Muslim).

5. Binatang Qurban yang paling utama

Binatang qurban yang paling utama adalah yang gemuk, berdasarkan hadist : “dari Abi Rofi’ berkata : ” Bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam apabila hendak berqurban membeli da kibas yang gemuk” (HR. Ahmad dan selain beliau dengan sanad shahih) dalam kitab Al Adillatur Radhiyah. Jenis hewan yang paling utama adalah unta, kemudian sapi kemudian kambing.

6. Umur Binatang Qurban

Sembelihan binatang qurban mempunyai ketentuan umur sebagai syarat sahnya penyembelihan qurban. Umur binatang sembelihan itu adalah 6 bulan bagi domba, 1 tahun untuk kambing, 2 tahun untuk sapi, dan 5 tahun untuk unta berdasarkan hadist: “Dari Jabir dia berkata : bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam : “Janganlah kalian berkurban kecuali hewan yang telah bergigi kecuali jika sulit mendapatkannya maka sembelihlah jadza’ (umurnya telah masuk tahun ke-2 bagi kambing, tahun ke-3 bagi sapi dan tahun ke-5 bagi unta) dari domba.” (HR. Muslim)

7. Keadaan hewan Qurban

Syarat berikut untuk sahnya sembelihan kurban adalah keadaan hewan kurban harus bersih dari cacat. terutama 4 cacat telah disebutkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam dalam hadistnya : “Dari Al barra’ bin Adzib berkata : Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda (artinya):”Janganlah kalian berqurban dengan hewan yang pincang yang jelas kepincangannya, yang buta dan jelas kebutaannya, yang sakit dan jelas sakitnya, dan yang kurus tidak bersumsum.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Nasa’i, hadist shahih).

8. Pembagian Daging Qurban

Disunnahkan daging qurban itu dibagikan menjadi tiga yaitu sepertiga untuk dimakan, sepertiga untuk dishadaqahkan, sepertiga untuk disimpan selama tiga hari untuk kemudian dishadawahkan atau dimakan. Berdasarkan hadist : “Bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : Makanlah, simpanlah, shadaqahkan.” (HR. Bukhari Muslim).

Daging yang disimpan selama tiga hari untuk persiapan bagi orang yang meminta daging kurban selama tiga hari, jika tiga hari tidak ada orang yang meminta maka dibolehkan untuk dimakan atau dishadaqahkan.

Berdasarkan hadist ini atau hadist yang lain maka tidak bloeh daging qurban maupun kulitnya dijadikan ongkos penymebelihan kepada tukang sembelih. Tukang sembelih harus dari ongkos tersendiri, tetapi jika kulit hewan itu hendak dishadaqahkan kepada penyembelihnya tidak mengapa, sehingga shadaqah bukan ongkos penyembelih.

9. Tempat Penyembelihan

Tempat yang utama untuk penyembelihan hewan qurban adalah lapangan sholat ied berdasarkan hadist : “Dari Ibnu Umar dia berkata: “Adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam menyembelih qurban di lapangan” (HR. Bukhairi)

10. Larangan bagi orang yang hendak berqurban

Bagi muslimin yang hendak menyembelih hewan qurban atau hendak berqurban maka dilarang baginya memotong rambutnya atau mencabut bulu-bulu yang asalnya disunnahkan atau dibolehkan, juga dilarang memotong kuku atau melepas kulitnya. Larangan ini sejak tanggal 1 Dzulhijjah sampai dia menyembelih atau disembelihnya hewan qurban. Berdasarkan hadist : ” Dari Ummu Salamah, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Apabila salah seorang diantara kalian melihat hilal Dzulhijjah maka hendak berqurban maka tahanlah dari rambutnya dan kukunya.” (HR. Muslim)

11. Cara Menyembelih Hewan Qurban

Cara menyembelih hewan qurban ada 2, yaitu :

-. Untuk menyembelih untuk disebut Nahr yaitu dengan cara mengikat kaki dan tangan kiri onta dalam keadaan onta itu berdir, kemudian ditebas pangkal leher tersebut, hal ini sebagaimana tersebut dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala surat Al-Hajj ayat :36.

Adapun penyembelihan selain onta disebut Dzabh yaitu dengan cara hewan tersebut ditidurkan kearah lambung kiri, kemudian penyembelih menginjak pundak kanan hewan, tangan kana penyembelih memegangpisau san tangan kiri memegang kepala hewan qurban. Diisyaratkan penyembelih membaca lafadz : Bismillahi, Allahu akbar , artinya Dengan nama Allah yangMaha Besar.

Hendaknya pisau yang dipakai menyembelih sangant tajam dan tidak diperlihatkan kepada hewan qurban untuk mengurangi siksaan.

juga setelahhewan disembelih hendaknya kaki-kaki hewan qurban itu dilepaskan tidak diikat atau dipegang, hal ini ada dua faedah yaitu : lebih meringankan bagi hewan yang disembelih dan lebih menuntaskan keluarnya darah dari tubuh hewan, sehingga semakin bersih darahnya akan semakin bagus kualitas dagingnya dan semakin enak rasanya. Waaalahu a’lam.

dinukil dari buletin As-sunnah Malang/Edisi 6/Dzulhijjah 1423 H/2003 M.