Ide kemunculan fitur Terminal Service pada OS Windows Server tidak lepas dari teknologi ThinClient yang sudah berumur lebih kurang 25 tahun. Pada zaman thinclient, setiap komputer client hanay bertindak sebgai dump terminal yang terhubung ke server mainframe. dump terminal hanya mengirimkan data yang diinputkan user ke mainframe, diproses di mainframe dan hasilnya akan dikirim kembali untuk ditampilkan di komputer client. Jadi pada dump terminal tdk dilakukan proses data.

Itulah generasi awal terminal service (thin client) yang akhirnya disusul oleh lahirnya PC dimana input, proses dan output dilakukan pada satu komputer tunggal yang sama, dan pada akhirnya era PC juga digeser oleh teknologi komputer yang ada saat ini yaitu Computer Networking.

Sebelum membahas perbedaan antara Terminal Service dgn Remote Desktop, kita akan melihat terlebih dahulu perbedaan antara Remote Control dgn Remote Client, dimana 2 hal ini juga berkaitan dengan Terminal Service.

– Remote Control hanya mengizinkan satu komputer client yang dapat terhubung ke dan menggunakan server, dimana tampilan di client persis sama dengan tampilan di server, dan apa yang dilakukan di client akan kelihatan di server. contoh aplikasi nya adalah :PCAnywhere, Radmin, dan lain-lain.

– Remote Client memungkinkan lebih dari satu client terhubungke server, dan setiap client memilikik session (desktop, proses, file & folder temporary, registry shadow) masing2. sehinggga apa yang dilakukan di komputer client tidak terlihat di server. contohnya adalah terinal Service dan Remote Desktop.

Terminal Service pada Windows 2000 Server terbagi atas 2 mode, yaitu : Remote Administration Mode yaitu mode gratis dari terminal Server yang mengizinkan 2 user administrator terhubung ke server pada saat yang bersamaan. Mode yang kedua adalah Application Mode yang memungkinkan banyak user terhubung ke server tergantung pada lisensi yang digunakan.

Sedangkan pada Windows 2003 Server, kedua mode masih tetap sama tapi hadir dengan nama berbeda, yaitu : Remote Desktop, sama dgn Remote Administration Mode pada W2K dengan penambahan fitur baru yaitu kita dapat menentukan satu atau dua user yang dapat terkoneksi ke server (pada W2K default nya adalah 2 orang). mode kedua yaitu Terminal Server yang sama persis dengan Application Mode pada W2K.

Syarat utama dari terminal service atau remote desktop adalah komponen server (service ayng terinstalll pada server sept : Remote Desktop dan Terminal Server), serta komponen client (komponen pernghubung client dgn server sept : Remote Desktop Connection dan Terminal Service Client).

Suatu keunggulan dari Terminal Service dibandingkan dgn Remote Desktop dapat digambarkan dgn ilustrasi berikut, data 2 dari suatu program yg tersimpan pada harddisk local akan bentrok dan kacau apabila dujalankan dan digunakan dgn mode Remote Desktop karena data2 tersebut akan digunakan secara bersamaan oleh user yang berbeda2. sedangkan apabila dijalankan dengan mode Terminal Server hal ini tidak akan terjadi karena Terminal Server akan mebuat temporary folder untuk masing2 session yang ada dan Terminal Server juga membuat registry shadow sebagai pengganti registry utama. Karena itulah tidak semua program dapat berjalan dgn sukses pada Terminal Server, sept aplikasi yang langsung mengakses lokasi fisik C:/ tidak akan berjalan suskses pada Terminal Server. Suatu program harus menggunakan penunjukan seperti %userdata% untuk menunjuk direktori user menggantikan penunjukan langsung seperti C:/data.

Sumber : diringkas dari buku Menguasai Windows Server 2003 karangan S’to, MCSE, CCNA. Thank S’to,…. your book is the best.

!@*&^(*Q@&#)”:>?<>{}!)(* ….. Sekian ….